<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Cakpuji's Weblog</title>
	<atom:link href="http://cakpuji.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cakpuji.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Apr 2008 10:43:59 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Ayat-ayat cinta film islamikah? oleh iin</title>
		<link>http://cakpuji.wordpress.com/2008/04/08/ayat-ayat-cinta-film-islamikah/#comment-4</link>
		<dc:creator>iin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 10:43:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cakpuji.wordpress.com/?p=7#comment-4</guid>
		<description>nepuk jidat sendiri..
yup, generasi millenium harus diajari supaya belajar agama lebih serius dan mengurangi nonton bioskop, dan pernyataan AAC adalah film “Islami”, well, menurut saya film tersebut gak Islami sama sekali (menurut saya) Meskipun dikatakan oleh orang-orang itu sarat dg misi dakwah, tetapi sangat sdikit sekali. Suatu bukti yang bisa kita lihat, para pemain film yang membintangiya pun tidak terkenal nilai dakwah atau menangkap isi dari film tersebut. Kita bisa lihat aktor/aktris nya masih belum jelas agamanya, berbusana tidak jauh beda dgn sebelum dia memerankan film tersebut. mereka sendiri aja belum bisa menangkap nilai dakwahnya, apalagi kita. terus juga saya mendengar apresiasi dari teman-teman yang sudah nonton, film tersebut (bila cakpuji sudah membaca novel tersebut) sangat jauh berbeda dengan maksud/misi agama/dakwah islam. Disana, justru banyak adegan yang memberatkan sisi cinta seorang manusia daripada muatan dakwah yang pokok seperti Islam itu agama yang benar dan indah. Lagi-lagi film itu juga memberatkan sisi pasar/komersil.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nepuk jidat sendiri..<br />
yup, generasi millenium harus diajari supaya belajar agama lebih serius dan mengurangi nonton bioskop, dan pernyataan AAC adalah film “Islami”, well, menurut saya film tersebut gak Islami sama sekali (menurut saya) Meskipun dikatakan oleh orang-orang itu sarat dg misi dakwah, tetapi sangat sdikit sekali. Suatu bukti yang bisa kita lihat, para pemain film yang membintangiya pun tidak terkenal nilai dakwah atau menangkap isi dari film tersebut. Kita bisa lihat aktor/aktris nya masih belum jelas agamanya, berbusana tidak jauh beda dgn sebelum dia memerankan film tersebut. mereka sendiri aja belum bisa menangkap nilai dakwahnya, apalagi kita. terus juga saya mendengar apresiasi dari teman-teman yang sudah nonton, film tersebut (bila cakpuji sudah membaca novel tersebut) sangat jauh berbeda dengan maksud/misi agama/dakwah islam. Disana, justru banyak adegan yang memberatkan sisi cinta seorang manusia daripada muatan dakwah yang pokok seperti Islam itu agama yang benar dan indah. Lagi-lagi film itu juga memberatkan sisi pasar/komersil.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Ayat-ayat cinta film islamikah? oleh iin</title>
		<link>http://cakpuji.wordpress.com/2008/04/08/ayat-ayat-cinta-film-islamikah/#comment-3</link>
		<dc:creator>iin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 10:32:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cakpuji.wordpress.com/?p=7#comment-3</guid>
		<description>nepuk jidat sendiri..
yup, generasi millenium harus diajari supaya belajar agama lebih serius dan mengurangi nonton bioskop, dan pernyataan AAC adalah film &quot;Islami&quot;, well, menurut saya film tersebut gak Islami sama sekali (menurut saya)  Meskipun dikatakan oleh orang-orang itu sarat dg misi dakwah, tetapi sangat sdikit sekali. Suatu bukti yang bisa kita lihat, para pemain film yang membintangiya pun tidak terkenal nilai dakwah atau menangkap isi dari film tersebut. Kita bisa lihat aktor/aktris nya masih berislam, berbusana tidak jauh beda dgn sebelum dia memerankan film tersebut. Jadi, buat lingkungan internal mereka sendiri aja belum bisa menangkap nilai dakwahnya, apalagi kita. 
terus juga saya mendengar apresiasi dari teman-teman yang sudah nonton, film tersebut (bila antum pembaca novel tersebut) sangat jauh berbeda dengan maksud/misi agama/dakwah islam. Disana, justru banyak adegan yang memberatkan sisi cinta seorang manusia daripada muatan dakwah yang pokok
seperti Islam itu agama yang benar dan indah. Lagi-lagi film itu juga memberatkan sisi pasar/komersil.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nepuk jidat sendiri..<br />
yup, generasi millenium harus diajari supaya belajar agama lebih serius dan mengurangi nonton bioskop, dan pernyataan AAC adalah film &#8220;Islami&#8221;, well, menurut saya film tersebut gak Islami sama sekali (menurut saya)  Meskipun dikatakan oleh orang-orang itu sarat dg misi dakwah, tetapi sangat sdikit sekali. Suatu bukti yang bisa kita lihat, para pemain film yang membintangiya pun tidak terkenal nilai dakwah atau menangkap isi dari film tersebut. Kita bisa lihat aktor/aktris nya masih berislam, berbusana tidak jauh beda dgn sebelum dia memerankan film tersebut. Jadi, buat lingkungan internal mereka sendiri aja belum bisa menangkap nilai dakwahnya, apalagi kita.<br />
terus juga saya mendengar apresiasi dari teman-teman yang sudah nonton, film tersebut (bila antum pembaca novel tersebut) sangat jauh berbeda dengan maksud/misi agama/dakwah islam. Disana, justru banyak adegan yang memberatkan sisi cinta seorang manusia daripada muatan dakwah yang pokok<br />
seperti Islam itu agama yang benar dan indah. Lagi-lagi film itu juga memberatkan sisi pasar/komersil.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Ayat-ayat cinta film islamikah? oleh Irul</title>
		<link>http://cakpuji.wordpress.com/2008/04/08/ayat-ayat-cinta-film-islamikah/#comment-2</link>
		<dc:creator>Irul</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 09:45:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cakpuji.wordpress.com/?p=7#comment-2</guid>
		<description>Hai, Postingnya kok lambat banget ya !!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hai, Postingnya kok lambat banget ya !!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Hello world! oleh Mr WordPress</title>
		<link>http://cakpuji.wordpress.com/2008/04/08/hello-world/#comment-1</link>
		<dc:creator>Mr WordPress</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 07:16:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-1</guid>
		<description>Hi, this is a comment.&lt;br /&gt;To delete a comment, just log in, and view the posts&#039; comments, there you will have the option to edit or delete them.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hi, this is a comment.<br />To delete a comment, just log in, and view the posts&#8217; comments, there you will have the option to edit or delete them.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
