Jauh di sudut pengap tersembunyi
Di dalam hati yang rindu pelukan sunyi
Juga ingin bercengkrama orgel bernyanyi
Namun tetap saja sunyi.
Aku melihat secepat komet mata itu
Menusuk tepat dan menohok hatiku
Binar matanya itu merogoh kembali hati yang sepi
Kilau lembutnya membias dan menyilaukan sepuh pipiku
Terangi cintaku.
DIarsipkan di bawah: Puisi | Leave a Comment »