Sudut di sudut kembang petang
Menyebar aroma rendah yang menerapi egoisku
Mula terendam penat dan kini tersadar Aku emosi
Mencinta yang salah
Menyayang yang bukan
Salah karena bukan dia harusnya
Sudut-sudut itu berkedip di tengah gelap tanpa bintang
Dan seakan hati ini teranalogikan silhuet malam
Dari dalam mobil yang pengap
Aku meditasi tenangkan pikuk hati yang kalut
Aku tak mau Aku salah mencintainya
Aku mau cintaku adalah kesempurnaan
Aku mau cintaku kebenaran
Bukit gemerlap itu membuka hatiku yang penuh ego
Menyadarkanku akan cinta dengan dewasa
Dewasa dalam cinta
Dan terangkan cinta tak harus memonopoli
Melepaskan dia untuk memeluknya
Rentangkan tangan selebarnya
Aku bahagia mencintainya
Meski akhirnya dia tak bersamaku seutuhnya
Karena tak ada yang sempurna
Meski tak sanggup memeluk logika
Aku sadar tempatku berdiri rawan longsor
Secuil kesalahanku pasti akan buatku terjungkal ke dalam jurang dalam
Dan seutuhnya Aku yakin
Cinta dan hatiku ini untuknya
Meski tak bisa memeluknya
Dan lihatnya tenggelam dalam hangat wanitanya
Wanita yang mencintainya
Dan mungkin cintanya
Dalam malam di Surabaya yang dingin
Dan duduk diamku
Aku mendapatkan cerah itu
Dan Aku bisa memejamkan mata demi esok yang indah.