Sumber: www.AnneAhira.com
Sepanjang sejarah kehidupannya, manusia tidak akan pernah sunyi dari pencarian jalan menuju Tuhan. Lalu, mengapa setelah nabi-nabi diturunkan dan orang-orang suci telah tiada, manusia modern pun masih mencari Tuhan? Apakah Tuhan telah hilang? Apakah Tuhan telah mati? Lalu, kenapa dicari? Adakah dampak tertentu jika manusia tidak mempercayai Tuhan?
Pada zaman dahulu, saat berada di alam ruh, manusia sudah berkomunikasi (khitàb) dan berjumpa dengan Tuhan. Kemudian, Tuhan menciptakan manusia pertama, Adam, dari lempung tanah liat. Tanah adalah simbol kehinaan, simbol kerendahan.
Setelah itu, Tuhan meniupkan ruh ilahi-Nya sebagai simbol kemuliaan, keagungan. Makanya, jangan heran kalau manusia selalu berada di antara dua kutub yang saling tarik-menarik. Terkadang terseret ke lembah nestapa dan hina, dan terkadang berada di gerbang mulia. Bahkan, manusia bisa lebih mulia daripada malaikat, tetapi bisa pula lebih nista dari setan yang terkutuk. Oleh karena itu, ke mana pun manusia berlari mencari kebahagiaan, kesenangan, dan ketenangan, ia tidak akan menemukan apa yang ia cari selagi tidak mengenal Tuhannya. Sebab, Tuhan adalah rumah bagi jiwa yang tenang, tempat kembali dan tempat bergantung segala sesuatu.
Cara Mudah Mengenal Tuhan
Ada beratus ribu cara supermudah untuk mengenal Tuhan. Berikut akan dipaparkan hanya sedikit saja sebagai contohnya.
- Umat Islam mula-mula sebelum beriman wajib mengucapkan sumpah suci, ikrar syahadat yang abadi: “Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.” Kemudian, umat Muslim harus mempercayai, melaksanakan rukun Iman dan rukun Islam. Seluruh butir yang termuat dalam rukun Iman dan Islam menuju kepada satu tujuan, yakni Tauhid, monoteisme, mengakui hanya satu Tuhan.
- Jika kita masih ragu dan bertanya siapakah Tuhan, apakah Tuhan itu nyata adanya, maka Allah adalah Tuhan. Pencipta alam raya, tidak ada sesuatu apa pun yang serupa dengan-Nya. Allah Mahakuasa, Maha Perkasa, dan Maha Mengetahui apa-apa yang ada di langit dan di bumi.
- Allah Swt tidak menyerupai segala sesuatu. Akan tetapi, Dia meliputi segala sesuatu.
- Allah berkata, “Aku sesuai persangkaan hamba-Ku.”
- Allah berkata, “Aku adalah dekat, bahkan lebih dekat dari urat lehermu sendiri.”
- Allah tidak bisa dijangkau dengan bahasa. Sebab, bahasa memiliki keterbatasan, duniamu adalah sebatas bahasamu.
- Yang mengenal dirinya adalah mengenal Tuhan-Nya. Allah adalah Raja dari segala sembahan manusia.
- Allah mengetahui hal yang diam dan tersembunyi. Bahkan, Allah mengetahui merangkaknya semut hitam di malam gulita.
- Jalan menuju Tuhan sebanyak tarikan napas seluruh makhluk yang ada di bumi dan di langit.
- Jarak terdekat antara hamba-Nya dengan Allah adalah ketika ia sedang sujud di dalam shalat.
- Stephen Hawking tidak percaya adanya Tuhan. Ia berkata, “Benda-benda di planet bisa menciptakan diri sendiri.”
- Einstein percaya Tuhan. Ia berkata, “Saya percaya Tuhan tidak sedang bermain dadu saat menciptakan alam raya semesta dan segala isinya.”
- Filsuf besar Jerman Nietzsche percaya kepada Tuhan yang bisa mengajarkannya menari.
- Apabila akal tidak bisa membayangkan eksistensi Allah, tidak berarti bahwa Dia tidak ada. Sebab, banyak kenyataan yang tidak bisa dibayangkan, padahal sebenarnya ada. Cukuplah bagi akal untuk membuktikan eksistensi Allah dan sifat-sifat-Nya melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya. Dalam Islam, tidak ada istilah Creatio ex nihilo penciptaan dari ketiadaan. Allah Ada, definisi “Ada” tidak membutuhkan penjelasan lain.
- Nabi Ibrahim mencari Tuhan yang tidak tenggelam dan terbenam, yakni rembulan dan matahari.
- Nabi Musa a.s. pernah berbicara dengan Tuhan di bukit Sinai yang dinamakan bukit semak cahaya (bukit api). Kala itu, Nabi Musa ingin melihat wujud Tuhan, tetapi ia tidak sanggup dan memohon ampun.
- Alam semesta dan seisinya tidak cukup memenuhi asma Allah, hanya hati seorang hamba Allah yang ikhlas sanggup memenuhinya. Dan barangsiapa yang tidak takut kepada Allah, Allah akan menjadikannya takut kepada segala sesuatu. Barangsiapa yang takut kepada Allah, Allah akan menjadikan segala sesuatu takut kepadanya.
- Umat Islam mengenal nama-nama Allah yang Indah dengan 99 nama. Bahkan, ada yang menyebutnya 1000 nama. Nama-nama Allah mewakili sifat-Nya, bukan bentuknya.
- Umat Muslim menyebutnya Allah, umat lainnya menyebutnya Tuhan, God, Yahweh, Gusti Pangeran, serta teramat banyak lagi nama yang bisa disebutkan.
- Allah Maha Pengasih Lagi Maha Penyanyang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Mencari tahu
Tidak ada alasan lagi untuk tidak bertuhan. Anda boleh mencari data sepuasnya di perpustakaan-perpustakaan konvensial. Anda juga bebas browsing sepuasnya di dunia maya untuk mencari tahu siapakah Tuhan, apa saja yang diperbuat Tuhan untuk kehidupan manusia.
Andaikata Dia sudah sempurna, maka untuk apa lagi menciptakan manusia yang dikatakan sebagai makhluk lemah, tak berdaya, naif, congkak, mudah khilaf dan lupa. Jangan keliru memandangnya demikian. Justru, Allah Swt menciptakan makhluk bernyawa termasuk manusia sebagai bukti dan tanda kekuasaan-Nya. Kemuliaan Allah tidak akan bertambah lantaran pujian manusia, dan Allah tidak akan terhina dan dihinakan lantaran manusia menghinakannya.
Semuanya kembali kepada manusia. Agar kita selalu ditolong Allah, selangkah saja kita menyembah menuju Allah, seribu langkah Allah mendekati kita.
Filed under: Uncategorized | Komentar Dimatikan








Ketika Cinta Bertasbih 1