Turunkan Bobot Tubuh dengan Alpukat

Turunkan Bobot Tubuh dengan Alpukat

alpukadALPUKAT merupakan buah yang sangat enak, namun wajib dihindari jika tengah berdiet, sebab buah ini kaya lemak. Padahal, lemak alpukat termasuk lemak sehat yang ampuh menurunkan bobot tubuh. Benarkah?

Seperti dikutip dari Health24, Selasa (21/7/2009), Potchefstroom Institute of Nutrition di Potchefstroom University menemukan fakta mengejutkan, alpukat dapat memperlancar penurunan bobot tubuh seseorang.

Bertentangan dengn mitos yang ada, ternyata alpukat bebas kolesterol. Meskipun mengandung kandungan lemak yang tinggi, namun lemak di dalam alpukat kebanyakan mengandung monounsaturated. Di mana monounsaturated bermanfaat untuk kesehatan jantung.

Lemak mononunsaturated dapat menurunkan LDL (kolesterol jahat), dan menaikan kadar HDL (kolesterol baik) di dalam tubuh seseorang.

Fakta menyebutkan, lemak monounsaturated di dalam makanan dapat menurunkan kadar triglyceride. Selain itu, mengandung lutein yang bermanfaat untuk penglihatan mata. Alpukat juga kaya akan vitamine E, yang mengandung banyak antioksidan guna mencegah radikal bebas.

Kandungan beta-sitosterol pada alpukat juga berfungsi sebagai anti-cholesterol yang dapat melindungi tubuh untuk mengendalikan kolesterol.

Karena itu, bagi Anda yang tengah berdiet, tidak usah takut mengonsumsi alpukat. Sebab alpukat kaya akan phytosterols yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Untuk Anda yang ingin mengonsumsi alpukat, akan lebih baik jika menikmatinya tanpa tambahan apapun. Dengan mengonsumsi buahnya saja dijamin tidak ada kandungan gula di dalamnya, dibandingkan bila Anda mencampurnya dengan susu atau air gula.(okezone.com/ysf.cakpuji)

ASI, Bikin Bayi Mudah Lapar

ASI, Memang Bikin Bayi Mudah Lapar

asiASI merupakan asupan yang sangat penting bagi anak karena kandungan-kandungan di dalamnya sangat berguna bagi otak dan tubuh seperti laktosa, protein, lemak, zat besi, dan vitamin.

meski dalam susu formula juga terdapat kandungan-kandungan ini, ada perbedaan jumlah dan kualitas dari zat-zat ini seperti misalnya laktosa dan protein. Laktosa yang terdapat dalam ASI lebih banyak daripada laktosa yang terdapat di susu formula.

Demikian salah satu kesimpulan yang terungkap dalam temu media yang diadakan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di Jakarta, Rabu (22/7).

Protein yang terdapat dalam ASI lebih mudah dicerna pencernaan bayi ketimbang susu formula. Karena itu anak akan lebih sering merasa lapar, akibatnya bayi akan lebih sering menangis.

“Sayangnya orang tua lebih senang jika anaknya tidak sering menangis. Padahal hal itu bisa disebabkan karena susu formula yang diminum lebih susah untuk dicerna oleh pencernaannya,” kata Dr. I. G. A. Nyoman Pratiwi.

Laktosa itu sendiri penting bagi otak anak Anda karena dia berfungsi untuk menghubungkan serabut-serabut otak yang pada akhirnya akan menentukan perkembangan otak anak.Terkadang laktosa menyebabkan diare pada anak, tetapi hal ini normal asalkan berat anak tetap naik.

Banyak ibu yang mencari susu formula dengan kandungan DHA yang terbanyak. Sebenarnya DHA yang terbaik itu berada di dalam ASI karena disertai dengan enzim lipase yang berfungsi untuk mencerna DHA tersebut. Sedangkan di dalam susu formula hanya terdapat kandungan DHA saja sehingga lebih susah untuk dicerna.

Secara eksklusif ASI dianjurkan untuk diberikan hingga 6 bulan pertama sejakbayi lahir karena memenuhi 100 persen kebutuhan bayi. Dalam 6-12 bulan, ASI hanya memenuhi 60-70 persen kebutuhan sehingga perlu makanan pendamping ASI. Di atas 12 bulan, ASI hanya memenuhi 30 persen kebutuhan, tetapi tetap harus diberikan kepada bayinya.

Mungkin Anda khawatir memberi ASI karena sedang sakit dan takut menularkannya pada anak. Tenang, anggapan ini tidaklah benar. Sebaliknya, dengan memberikan ASI saat Anda sakit, sebenarnya sedang memberikan kekebalan pasif kepada anak Anda.

Hanya ada dua keadaan yang tidak memperbolehkan ibu untuk menyusui, yaitu ketika ibu sedang dalam kemoterapi dan terkena HIV. “Kalau ibu sakit, sel darah putih yang bertugas melindungi tubuh akan menyebar ke seluruh tubuh dan ke tubuh bayinya melalui ASI,” kata Dr. Pratiwi.(kompas.com/ysf.cakpuji)

Resensi Ketika Cinta Bertasbih 2

Ketika Cinta Bertasbih : Resensi


Judul : Ketika Cinta Bertasbih
Penulis : Habiburrahman El Shirozi
Penerbit : Republika dan Basmala
Cetakan : 1 (Februari 2007)
Tebal : 477 halaman

Berbeda dengan karya sebelumnya, terutama Ayat Ayat Cinta, yang mengeksplorasi kisah seorang mahasiswa yang haus ilmu, novel Ketika Cinta Bertasbih, mengeksplorasi sosok mahasiswa yang berjiwa entrepreneur. Jadilah novel ini sebuah novel yang penuh dengan spirit entrepreneurship.

Jiwa entrepreneneurship seorang Habiburrahman nampak sangat kuat dan diwujudkan dalam tokoh utama. Perjalanan panjang tokoh utama, yang penuh dengan lika liku dunia entrepreneur, berhasil di gambarkan Habib dengan sangat memukau. Seperti karakter karya Habib sebelumnya, di dalam dialog dan berbagai peristiwa, selalu disisipi dengan ilmu dan pesan moral yang membangun jiwa. Kelihaian Habib dalam menyisipkan ilmu sebagai dakwahnya menjadikan pesan tersebut amat mudah diterima pembaca, tanpa merasa digurui.

Tersebutlah Azzam, tokoh utama, adalah mahasiswa Indonesia di Al Azhar. Ia adalah sosok anak Indonesia yang pintar dan bersahaja, namun lahir dari keluarga pas pasan. Jadi sangat khas indonesia. Kecerdasan Azzam terbukti tatkala di tahun pertama dia memperoleh predikat jayyid jiddan (baik sekali).

Namun ditahun kedua, ayahnya di Indonesia meninggal dunia. Sepeninggal ayahnya, ibunya sering sakit sakitan. Padahal di Indonesia, ketiga adik perempuannya belum bisa diharapkan untuk membantu ibunya karena baru beranjak remaja. Yang harus membantu ibu dan adik adiknya adalah dia. Sebab dia adalah sulung di keluarganya. Azzam sangat menyadari posisinya itu. Maka sejak saat itulah ia mengalihkan konsentrasinya dari belajar ke bekerja. Jadilah ia di Cairo untuk bekerja sambil belajar.

Pekerjaan Azzam untuk membantu kelurganya di Indonesia adalah berjualan tempe dan bakso. Berhubung dia sangat berkonsentarasi dengan pekerjaannya,prestasi akademiknya menurun. Beberapa kali dia tidak naik tingkat. Walaupun akhirnya dia bisa lulus S1 setelah belajar selama sembilan tahun, dengan predikat yang tidak terlalu mengecewakan, jayyid.

Namun prestasi Azzam yang nyata adalah kesuksesannya dalam mengantarkan adik adiknya menggapai cita cita. Berkat bantuan biaya hidup dan motivasi dari Azzam, adiknya berhasil “menjadi orang”. Husna berhasil menjadi psikolog dan penulis terbaik nasional. Lia lulus PGSD, dan menjadi guru favorit di SDIT Al Ksutsar Solo. Sementara adik bungsunya,Sarah, hampir khatam menghafalkan Al Quran di Pesantren Al Quran di Kudus.

Isi surat antara Azzam dengan adiknya juga mencerminkan betapa besar kasih sayang dan pengorbanan seorang kakak kepada adik adiknya.

Kemampuan Azzam dalam menyelesaikan berbagai masalah dalam kondisi yang serba sulit inilah, yang menjadikan novel ini begitu menarik. Melalui tokoh utama, Azzam, Habib berhasil meniupkan roh atau jiwa entrepreneurship sejati. Ruh entrepreneurship sejati ini diantaranya: kreatif menciptakan dan mengemas ide baru untuk kemakmuran diri dan orang orang yang dicintainya( kreatif inovatif), berani mengambil resiko, menyukai tantangan, memiliki daya tahan hidup yang luar biasa, pantang menyerah, selalu ingin menyuguhkan yang terbaik, serta memiliki visi yang jauh kedepan.

Kisah Azzam sebagai tokoh utama tentu di bumbui dengan kisah tokoh tokoh lainnya yang tidak kalah seru. Kisah cinta segitiga khas mahasiswa dalam novel ini menjadikan alur cerita menjadi sedemikian romantis. Mau tidak mau, pembaca harus rela diaduk aduk perasaannya, mulai dari gemas, sedih, dan gembira. Yang jelas novel ini kaya warna. Saya sering tersenyum sendiri saat membayangkan Habib “memain-mainkan” perasaan pembaca dengan goresan penanya.

Ketulusan dan cinta. Itulah salah satu kekuatan karya Habib. Dengan ketulusan dan cinta yang apa adanya, disertai dengan keyakinan kuat dalam dirinya, Habib merajut kata demi kata, menjadi sedemikian indah, menarik,menyentuh hati, dan membawa pembaca seolah olah merasakan itu sebagai sesuatu yang nyata.

Habib berhasil menciptakan tokoh rekaan yang “selalu menjaga kesucian”. Seperti Fahri (Ayat Ayat Cinta), Zahid ( Di Atas Sajadah Cinta), Raihana (Pudarnya Pesona Cleopatra), Zahrana ( dalam Mihrab Cinta), dan Azzam (Ketika Cinta Bertasbih).

Sesuai dengan misinya untuk berdakwah melalui pena, Habib sengaja memberikan alternatif bacaan positif buat masyarakat Indonesia. Tentu saja fenomena “tokoh suci” rekaannya tersebut, dipandang aneh dan bahkan ada yang mencibirkan. Maklumlah, selama ini masyarakat Indonesia memang banyak dijejali dengan cerita yang tidak mendidik. Sehingga ketika melihat tokoh “malaikat” dalam karya Habib, mereka melihatnya sebagai sesuatu yang terlalu dilebih lebihkan. Padahal keunggulan dan ke”alim”an tokoh yang diciptakan Habib sebetulnya masih dalam taraf biasa saja. Seandainya masyarakat sudah biasa disuguhi dengan karakter positif yang di perankan para tokoh tersebut.

Di lihat dari sudut pandang sastra, bahasa yang digunakan Habib memang biasa biasa saja. Bahasa yang dia pakai tidak seperti bahasa karya sastra lainnya yang cenderung puitis dan kadang sulit dipahami. Justru disitulah kekuatan karya Habib. Semua kalangan bisa menikmatinya tanpa harus berpikir keras untuk memahami rajutan kata yang dirangkainya.

Saya berharap Habib konsisten menampilkan tokoh “malaikat” dalam setiap karyanya, sehingga masyarakat akan semakin terbiasa dan menerima itu sebagai sebuah keniscayaan.
Disinilah dakwah dan tantangan Habib yang sesungguhnya.

Salam

Faif Yusuf
NB. Ketika membaca novel ini, saya teringat dengan sosok sahabat saya, Muh. Khoirul Azzam, yang namanya di pakai Habib sebagai nama tokoh utama. Azzam adalah teman kami (saya dan Habib) ketika di Solo. Kami tinggal satu asrama, walaupun dia kakak kelas satu tingkat. Pertama kali ke Jogya, saya menginap di kos Azzam di daerah Sapen. Perjuangan hidup Azzam juga luar biasa. Untuk menyelesaikan kuliah, dia tidak malu berjualan koran, bahkan di daerah kampusnya sendiri, IAIN Sunan Kalijaga. Saya jadi ingin bertemu dengan Azzam.

Resensi

Ketika Cinta Bertasbih 1 PDF Cetak E-mail
Ketika Cinta Bertasbih 1

Selain mengajak untuk menyucikan jiwa, dwilogi Ketika Cinta Bertasbih ini menyadarkan apa makna prestasi yang sesungguhnya. Novel yang dahsyat dan benar-benar berbeda !

– Isyak Ibrahim Hasan, M.A., Sastrawan dan anggota DPRD Kaltim

“Inilah novel motivasi yang mencerahkan.

Luar biasa !, isinya saya rasakan begitu kuat memotivasi pembacanya untuk berani hidup mandiri, untuk tidak mudah menyerah, untuk terus maju meraih anugerah Allah”.
– Sarwedi Hasibuan, Mahasiswa Program Pascasarjana University of Malaya, Kualalumpur

Penulis Buku : Habiburrahaman El-Shirazy

Penerbit : Republika – Basmala

My Sweet Seventeen

by: atenk

Bila kau merencanakan sebuah perjalanan, pasti banyak orang yg akan bertanya padamu, kawan. Untuk apa kau lakukan itu semua? Apa kau tidak memiliki keinginan seperti kebanyakan orang? Ini kan hanya buang-buang duit dan waktu? Apa kau tidak sayang dengan itu semua? Dan sederet pertanyaan lainnya, yg pasti akan membuatmu jengah. Aku pun demikian, setiap kali kurencanakan sebuah perjalanan, orang-orang akan bertanya seperti itu.
Dan tak usah kau berargumen untuk menjawabnya. Cukup kau berikan saja sebuah senyum dan kebungkaman sebagai jawabannya. Ya, itu sudah cukup sebagai jawaban. Karena kau harus tahu, sebenarnya mereka tidak mengerti dan tak ingin mengerti. Entah apa maksud mereka bertanya seperti itu. Bahkan aku selalu ragu, apakah mereka benar-benar ingin mengerti dengan ini semua.
Apa yg harus kujelaskan pada mereka, tanyamu padaku tempo hari. Sementara, mereka tidak pernah berbuat seperti apa yg telah kau buat. Bahkan keinginan untuk berbuat hal yg serupa pun tak pernah ada. Jadi jelas bukan, mereka tidak pernah merasakan apa yg telah kau rasakan, begitu kau berargumen padaku.
Aku pun mengamini pernyataanmu. Lalu aku kuatkan argumenmu, sepertinya akan percuma saja semua penjelasanmu itu nantinya. Mereka belum tahu kenikmatan yg dirasakan saat datang kesadaran bahwa kita memang kecil, bukan apa-apa. Atau mungkin mereka tidak akan pernah tahu? Karena sepertinya, mereka pun tidak memiliki kesungguhan untuk memahami hal itu.
Jadi sudahlah, tak usah kau pedulikan semua pertanyaan dan keheranan mereka. Biarkan saja. Pergilah sebentar, dan tinggalkan rumahmu sejenak. Sisakanlah waktu dalam hidupmu, untuk melihat dan menikmati dunia ini. Terlalu banyak tempat indah yg sangat sayang untuk tak kau singgahi dan tak kau nikmati. Hidup ini tidak melulu cuma harta, tahta dan kehormatan. Dengan melakukan perjalanan dan bertualang banyak hal yg akan kau peroleh, yg tidak akan kau dapati di bangku sekolah. Ingatlah kawan, hidup ini adalah merangkai segala macam pengalaman. Hidup adalah menyiapkan diri untuk membawa bekal menuju perjalanan panjang sesungguhnya ; menuju Al-Khaliq.
Bukankah ini adalah sebuah keinginan yg telah lama kau pupuk dan kau persiapkan. Atau kau masih ragu untuk melakukan perjalanan ini kawan? Baiklah, aku akan ingatkan kau tentang perjalanan pertamaku yg pernah kuceritakan padamu tempo hari yg membuatmu iri padaku. Dan cerita inilah yg membuatmu ingin melakukan sebuah perjalanan. Sebuah petualangan.
Kau tentu masih ingat dengan kisah yg pernah aku ceritakan padamu bukan, saat kali pertama aku melakukan perjalanan. Saat itu usiaku genap 17 tahun. Kau ingat itu? Saat itu aku nekat lari dari sekolah. Aku tinggalkan pelajaran. Aku katakan padamu bahwa aku benci sekolah, yg hanya membuatku seperti seorang koki penghapal menu-menu makanan di restoran. Dan saat itu kau mencoba untuk mencegah keputusanku dengan memberi pengertian. Tapi aku sudah terlanjur benci sekolah. Aku sudah terlanjur membenci teman-teman sekolahku yg serupa para penjilat, yg menghalalkan cara apapun untuk mendapatkan nilai yg baik, seolah-olah hal itu adalah segalanya. Aku terlanjur membenci guru-guruku yg tak memiliki dedikasi kepada profesinya, mereka seperti bermuka dua. Guru-guru yg aku rasa sudah tidak pantas menyandang gelar pahlawan tanpa tanda jasa. Guru-guru yg tidak seperti guru-guru SD-ku dahulu. Guru-guru yg sudah tak lagi seperti guru Oemar Bakrie. Dan itu semua membuatku muak. Aku apatis. Berbekal itu semua, aku memilih mengejar matahari ke timur.
Kau ingat bukan? Saat itu aku lupa segalanya. Yg ada dalam benakku saat itu hanyalah terus berjalan ke arah matahari terbit, menyongsongnya. Melakukan perjalanan dengan berliften. Ya, berliften menumpang berbagai macam kendaraan tanpa membayar ternyata mengasyikan, kawan. Tidur di stasiun kereta api, terminal bus, pos polisi, emperan pertokoan, dan teras masjid ternyata sangat menantang serta memberikan banyak pelajaran berharga. Bertemu dengan orang-orang baru, merangsang imajinasiku untuk terus melakukan perjalanan absurd pada usia sekolah. Dimana orang-orang seusiaku saat itu sedang tekun mempersiapkan ujian sekolahnya. Sebagaimana kau saat itu.
Betapa heroiknya, duduk di samping sopir truk pada malam hari, menemani kantuknya, mendengar ceritanya yg penuh derita, sehingga mengasah rasa sosialku. Begadang bersama preman di sebuah terminal bus, mendengarkan mimpi dan harapannya tentang sebuah keluarga kecil, lalu di ujung malam, seorang penusuk misterius menghabisi nyawanya. Mendengarkan cerita seorang pedagang rokok di stasiun kereta kecil yg mendambakan sebuah rumah kecil dengan sawah sepetak dua petak di mana kelak anak dan istrinya bisa berlindung. Semua peristiwa yg tidak ada di bangku sekolah itu memasuki relung jiwa remajaku. Mengendap dan mengerak di sana.
Lantas, semua peristiwa itu aku catat dalam catatan perjalananku. Bahkan bila sempat, aku pun menceritakannya dalam surat-suratku untukmu, kawan. Aku merasa sedang bersekolah. Gedungnya adalah dunia yg mahaluas ini. Kelas-kelasnya adalah kota-kota yg aku kunjungi. Guru-gurunya adalah orang-orang yg kutemui dalam perjalanan. Dan pelajarannya adalah belajar peduli kepada sesama. Berbuat baik kepada mereka, belajar peduli dengan segala kesusahan hidup mereka, dan berbagi beban hidup bersama mereka. Siapapun itu, kawan. Meski aku tak mengenalnya sama sekali. Aku hanyutkan diriku dalam arus kehidupan mereka, terlibat langsung dan bergumul di dalamnya.
Dan saat kau dengar semua cerita itu setelah kepulanganku, kau katakan, itulah yg telah merubah caraku berpikir. Sekarang kau tak lagi apatis, begitu kau membesarkan hatiku. Perjalanan itu telah menempamu menjadi seorang lelaki yg memiliki kepekaan sosial yg baik. Kau terus menghiburku. Sedikit banyak, kau telah mengetahui cara melihat kebaikan orang lain serta bagaimana menghargainya. Sepertinya kau telah sadar, betapa banyak kebaikan yg telah kau terima dari orang-orang terdekatmu yg belum sempat kau balas, yg dulu sama sekali tak kau hargai, begitulah kau terus mengomentariku, dan aku masih ingat tatapanmu saat itu. Aku lihat ada kebanggaan di sana. Ya, kau bangga kepadaku, kawan.
Dan kau pun harus tahu, kawan, perjalanan itulah yg membuatku semakin mencintai mereka,–orang-orang yg telah memberikanku banyak kebaikan–, Ibu bapakku, adik-adikku, keluargaku, teman-teman dan sahabat-sahabatku dan tentu saja kau, kawan, serta setiap orang yg masih sanggup aku ingat kebaikannya. Dan saat itu, aku jadi tahu bagaimana rasanya merindukan mereka, orang-orang yg aku cintai. Rasa yg membuatku tak nyaman. Resah, gundah, dan gelisah.
Di akhir perjalanan itu aku homesick. Ya, aku ingat rumah. Aku merindukan suasananya. Sangat merindukannya. Dan perasaan itulah yg akhirnya mendasari keputusanku untuk mengakhiri perjalanan itu. Itupun sebuah pelajaran yg sangat berharga. Aku jadi sadar, betapa beruntungnya aku masih memiliki sebuah keluarga yg lengkap. Dan betapa beruntungnya pula memiliki orang-orang dekat yg mencintaiku. Serta, betapa beruntungnya memiliki sebuah rumah yg masih bisa aku rindukan untuk sebuah kepulangan.
Saat itu, berjam-jam hanya aku habiskan untuk melamun, merenung tepatnya. Mengingat semua hal yg telah aku buat. Bayang-bayang masa laluku berkelebatan di kepalaku. Aku seperti mengumpulkan puzzle-puzzle kehidupanku yg berserakan. Saat itulah aku sadar, kawan, betapa berharganya mereka semua. Dan aku pun sadar, ternyata tidak baik terlalu lama meninggalkan orang yg kita cintai dan mencintai kita. Sehingga aku berani menyimpulkan, aku harus pulang. Ya, sejauh apapun seorang lelaki pergi meninggalkan rumahnya, ia tetap harus pulang.
Adik-adik kecilku selalu memanggilku untuk pulang dalam mimpi. Mereka merindukanku, kakaknya. Begitu pula ibu dan bapakku, hampir setiap malam mereka tersenyum dalam tidurku, menyemangatiku, mereka tidak melarang keinginanku untuk bertualang, meski sebenarnya mereka pun merasa berat untuk selalu berjauhan denganku, aku tahu itu. Mereka merindukanku, anaknya yg paling besar. Yg mereka harapkan bisa menjadi seorang lelaki sejati yg akan menjadi tulang punggung keluarganya kelak. Seorang lelaki yg mampu memberikan teladan kepada adik-adiknya, serta menjaga mereka. Seorang lelaki yg mampu menjaga ahli wanita yg ada di rumahnya. Menjaga kehormatan mereka. Belum lagi si Manis yg aku kagumi, setiap malam wajah dan senyumnya yg memabukkan selalu tampak dalam tidurku. Aku benar-benar lelah dan kesepian saat itu, kawan. Setelah sekian jauh jarak yg kutempuh dalam perjalananku. Sebuah perjalanan panjang. Perjalanan yg melelahkan. Sangat melelahkan.
Tapi anehnya, begitu fajar menyingsing, aku tidak pernah merubah arah. Aku terus menuju matahari terbit, berjalan dengan sisa-sisa semangatku. Semakin jauh dari rumah. Dan kau pun bertanya, mengapa? Aku jawab, karena semakin jauh dari rumah, akan semakin banyak yg aku ketahui dan aku dapatkan sebagai bekal.
Saat itu kau angguk-anggukan kepalamu, sorot matamu memancarkan keyakinan, dan kau bergumam, aku harus melakukannya.

ASI, Sumber DHA dan ARA Terbaik

STILAH DHA dan ARA mungkin sudah tak asing lagi khususnya di antara para orang tua yang memiliki bayi. DHA (Docosahexaenoic acid) dan ARA (arachinoid acid) adalah asam lemak yang sangat penting (esensial) dan diperlukan bayi guna perkembangan otak dan ketajaman penglihatan.

Tak dapat dipungkiri bahwa masyarakat mulai mengenal istilah asam lemak ini justru dari iklan susu formula, di mana hampir semua produsen berlomba memperbanyak kandungan dua jenis asam lemak ini pada setiap produknya. Biasanya, susu formula yang mengandung DHA dan ARA harganya realtif lebih mahal dibandingkan yang tidak mengandung asam lemak tersebut.

Padahal, DHA dan ARA sebenarnya merupakan dua di antara sekian banyak jenis nutrisi penting yang secara alami banyak terdapat dalam Air Susu Ibu. Bahkan kalaupun dibandingkan susu formula yang diperkaya dua asam lemak ini, kandungan DHA dan ARA dalam ASI masih jauh lebih baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

¨DHA dan ARA banyak terdapat dalam ASI dengan komposisi yang sangat seimbang dan paling cocok buat bayi. Jadi bisa dikatakan, ASI merupakan sumber DHA dan ARA paling baik dan tak bisa ditandingi oleh susu formula apapun,¨ ungkap Dr. Hardiono D Pusponegoro, SpA(K) , dari Divisi Saraf Anak Departemen Kesehatan Anak FKUI/RSCM, di Jakarta Selasa (25/3).

Dr. Hardiono menyatakan, meskipun kini banyak beredar susu formula yang mengklaim mengandung DHA dan ARA, tetapi belum tentu akan memberi dampak yang baik dan maksimal bagi pertumbuhan otak dan kecerdasan anak.

¨Hampir semua produsen susu formula memasukkan berbagai benda dalam produknya tapi jumlahnya sedikit-sedikit. Padahal bila perbandingan DHA dan ARA dalam susu formula tidak tepat, hasilnya tidak akan baik bagi anak. Kecerdasannya tidak akan meningkat,¨ terangnya.

Sedangkan dalam ASI, lanjut Dr. Hardiono, kandungan DHA dan ARA sudah disesuaikan komposisinya secara alami . Prosentase dua jenis asam lemak ini menurut sebuah penelitian sangatlah bervariasi. Tetapi untuk di Indonesia, angkanya tidak jauh berbeda dengan negara tetangga seperti Malaysia.

¨Ya, sekitar 0,4 atau 0,5% dari total asam lemak. Tetapi meski jumlahnya sedikit, DHA dan ARA penting dalam perkembangan intelektual dan daya penglihatan anak,¨ tambahnya.

Dr Hardiono kembali mengingatkan bahwa ASI merupakan sumber nutrisi alami terbaik bagi bayi. Anak yang memperoleh ASI dari ibunya secara umum perkembangan otak dan jaringan sarafnya lebih baik daripada yang mendapatkan susu formula.

Melalui ASI, bayi akan mendapatkan DHA dan ARA yang diperlukan sebagai komponen utama lemak membran sel dan merupakan asam lemak tak jenuh rantai panjang (LC-PUFA) utama dalam sistem saraf pusat. DHA juga merupakan komponen utama membran sel fotoreseptor retina.

¨Otak tumbuh maksimal sejak 3 bulan terakhir dari masa kehamilan sampai kurang lebih usia 2 tahun. Karena itu, dalam periode tersebut bayi sebaiknya mendapat DHA dan ARA dalam jumlah cukup yang dapat diperoleh dari ASI,¨ ujarnya.

Guna memperoleh kandungan DHA dan ARA yang tinggi dalam ASI, para ibu hamil tentunya harus melakukan pola diet yang baik. Penelitian membuktikan bahwa ketika ibu mendapat tambahan DHA dalam dietnya, kandungan DHA dalam ASI juga akan meningkat.

Selama menyusui, ibu-ibu bisa memperbaiki kualitas DHA dan ARA dalam ASI nya dengan mengonsumsi makanan yang menjadi sumber DHA antara lain ikan laut (misalnya salmon), minyak ikan, daging dan telur.

7 Kepandaian Janin Jelang Lahir

INGIN tahu kepintaran bayi Anda menjelang ia lahir ke dunia? Menurut para ahli yang tergabung dalam Canadian Society of Pediatrics, jabang bayi yang sebentar lagi lahir, punya kepandaian cukup mencengangkan. Nah, apa saja kepandaiannya?

1. Mengisap ibu jari. Janin sudah mulai mengisap jari-jarinya, terutama ibu jari. Ia mulai belajar gerak mulut, sebagai persiapan menyusui.

2. Menggerak-gerakkan lengan, kaki, dan telapak tangan. Kadang ia menggerakkan bagian-bagian itu sambil bermain-main dengan tali pusarnya.

3. Membuka dan menutup kelopak matanya. Ia belajar berkedip.

4. Bergerak cepat bila ada sinar lampu yang diarahkan ke perut ibu.

5. Mendengarkan musik. Jika Anda memperdengarkannya secara rutin jenis musik tertentu, diduga, jika besar nanti, ia akan memilih jenis musik yang sama.

6. Mendengar kata-kata. Seperti mendengarkan musik, bila Anda rajin membacakan dongeng tertentu sejak sebelum si kecil lahir, lalu Anda membacakannya kembali setelah lahir, si kecil akan memberikan reaksi bahwa ia pernah mendengar dongeng itu.

7. Jika benda-benda yang agak berat, seperti buku diletakkan di perut ibu, janin akan memberikan reaksi dengan cara mendorong bahu, sikut atau lututnya, merapat ke dinding rahim.

USG Akurat Deteksi Kelainan Janin

PEMERIKSAAN USG kehamilan disarankan untuk dilakukan agar perkembangan janin dapat dilihat. Dengan USG 2D, 3D, ataupun 4D, bisa dideteksi kelainan yang mungkin terjadi pada calon jabang bayi.

Banyak yang bisa didapat dari pemeriksaan USG (ultrasonography), misalnya menentukan usia kehamilan, melihat kondisi kehamilan, termasuk kelainan janin. Idealnya, pemeriksaan USG dilakukan tiga kali selama masa kehamilan. Begitu penuturan Dr Indra NC Anwar, SpOG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari RS Bunda Jakarta. “Selalu melakukan USG setiap kali periksa ya tidak apa-apa. Tetapi, biayanya kan jadi mahal. Kalau tidak diperlukan, lebih baik tidak usah terlalu sering USG,” ujar Manajer Klinik Fertilitas Morula ini.

Biaya semakin mahal terutama bila menggunakan model USG tiga dimensi (3D) atau yang terbaru, empat dimensi (4D). USG merupakan alat pemeriksaan dengan menggunakan gelombang suara ultra. Gelombang tersebut kemudian akan diubah menjadi gambar. Hasil pencitraan bisa dilihat melalui layar monitor.

Tiga Kali Saja
Dibandingkan USG dua dimensi (2D), tentu saja teknologi 3D dan 4D lebih maju. Melalui USG 3D, gambar janin dapat dilihat secara utuh, seolah-olah melihatnya secara langsung. Pada USG 4D, kita bahkan bisa melihat gerakan seperti gerakan jari, kepala, hingga denyut jantung janin.

Kemampuan untuk mengikuti gerakan tubuh maupun organ janin itu yang dikategorikan 4D. Sementara USG 2D hanya memperlihatkan potongan gambar janin secara horizontal maupun vertikal.

Ditegaskan Dr Indra, manfaat ketiga jenis USG itu hampir sama. Pada prinsipnya USG merupakan alat bantu diagnostik atau membantu mendiagnosis hal-hal yang terjadi pada kehamilan. Pemeriksaan USG paling penting dilakukan pertama kali saat usia kehamilan di bawah 12 minggu untuk mendeteksi ada-tidaknya kehamilan.

Kemudian pada trimester kedua, yaitu usia kehamilan sekitar 18-20 minggu, bermanfaat untuk mendeteksi kecacatan pada janin yang mungkin saja terjadi. Pada trimester akhir, saat usia kandungan 34-36 minggu, USG berguna dalam menentukan posisi janin serta letak plasenta. Dengan begitu, bisa menentukan proses persalinannya.

Penggunaan USG 2D, menurut Dr Indra, sudah cukup baik, termasuk untuk mendeteksi kelainan mayor. “Memang pada USG 3D dokter bisa lebih detail melihat kelainan pada janin yang kadang-kadang tidak terlihat di 2D,” katanya.

Ia lalu mencontohkan, janin yang terlilit tali pusar kadang tidak tampak pada USG 2D. Gambar yang dihasilkan hanya berupa potongan, jadi tidak bisa memprediksi apakah tali pusar benar-benar melilit janin atau hanya melintas pada janin.

Lebih Utuh
Kelainan bibir sumbing juga lebih mudah dilihat pada USG 3D dibandingkan pada USG 2D. Wajah janin bisa dilihat secara utuh. Bila janin mempunyai jari tangan berlebih (polidaktil) atau jari-jari tangan berlengketan satu sama lain, juga lebih mudah dideteksi dengan USG 3D. Kelainan pada jantung pun akan lebih utuh saat diobservasi. Sebab, ruang maupun sekat antarjantung bisa dilihat dengan jelas.

Sebenarnya cukup banyak kelainan janin yang dapat dideteksi dengan USG 2D. Gangguan pertumbuhan janin (intra uterine growth retardation/IUGR), anenchepaly (batok kepala yang tidak menutup rapat), spina bifida, atau usus yang berada di luar, bisa terdeteksi melalui USG 2D.

Intinya, USG 3D digunakan sebagai pendukung atau untuk memastikan kelainan yang ditemukan saat pemeriksaan dengan USG 2D. “Secara klinis, manfaat USG 3D tidak terlalu banyak. Ada pula kelainan yang tidak dapat dideteksi dengan USG 3D, misalnya kelainan tidak adanya anus pada janin,” paparnya.

Dokter-dokter di negara maju, termasuk di Jepang, menggunakan USG 3D untuk mengoperasi kelainan janin dalam kandungan. Operasi jantung janin di dalam kandungan sudah bisa dilakukan di negara maju, tetapi belum bisa dilakukan di Indonesia.

Gambar USG 4D bisa direkam, jadi orangtua bisa melihat gerakan janin secara langsung. Hal ini tentu saja menimbulkan kesan impresif bagi orangtua. Selain itu, juga dapat meningkatkan ikatan psikologis antara orangtua dan bayi.

Perlu diperhatikan, untuk menampilkan gambar 3D tergantung pada keahlian mengoperasikannya, jumlah cairan amniotik atau ketuban di sekeliling janin, juga posisi dan derajat kegemukan kehamilan. Senada dengan Dr Indra, banyak ahli yang tidak terlalu menganjurkan penggunaan USG 3D atau 4D.

Mengukur Tubuh Janin
Selain menentukan usia kehamilan, USG membantu melihat perkembangan janin, kelainan janin, plasenta (ari-ari), dan air ketuban. Biasanya kelainan janin bisa diamati saat memasuki usia kehamilan 18-20 minggu atau menjelang 5 bulan.

Secara garis besar, beberapa manfaat penting dari pemeriksaan USG adalah :

1. Melihat kantong kehamilan (gestational sac). Kantong kehamilan biasanya sudah terlihat pada usia kandungan 4 minggu. Detak jantung bisa dideteksi dengan irama ultrasound doppler pada usia 6 minggu, dan lebih jelas digambarkan pada usia 7 minggu. Normalnya, denyut jantung janin usia 6 minggu adalah 90-110 denyut per menit, dan pada usia 9 minggu sekitar 140-170 denyut per menit. Bila pada usia 5-8 minggu terjadi perlambatan denyut jantung (kurang dari 90 denyut per menit) atau istilahnya bradycardia, bisa dikaitkan dengan risiko tinggi terjadinya keguguran.

2. Letak kehamilan. USG membantu mendeteksi letak kehamilan. Bisa saja terjadi kehamilan di luar kandungan.

3. Keadaan kehamilan. Apakah kehamilan normal atau abnormal? Lewat USG bisa dideteksi adanya kehamilan molar (hamil anggur) atau hamil kosong (blighted ovum). Blighted ovum adalah kondisi hamil, tetapi bakal janin tidak tumbuh.

4. Mengukur tubuh janin untuk menunjukkan usia kehamilan. Ada beberapa jenis pengukuran yang bisa dilakukan melalui USG.
* The crown rump length (CRL), yaitu pengukuran panjang embrio dari kepala hingga bokong. Pengukuran pada usia kehamilan 7-13 minggu cukup memberikan penilaian yang akurat.
* Bipariental diameter (BPD) adalah pengukuran lingkar kepala. BPD bisa diukur pada usia kehamilan di atas 12 minggu. Saat usia 13 minggu, lingkar kepala janin sekitar 2,4 cm, lalu meningkat hingga sekitar 9,5 cm.
* Femur length (FL) atau pengukuran panjang paha. Menurut Dr Joseph SK Woo, MBBS, FRCOG (Eng), FHKAM (O&G), dari situs obgyn.net, panjang paha janin meningkat dari 1,5 cm pada usia 14 minggu menjadi 7,8 cm di akhir kehamilan.
* Abdominal circumference (AC) merupakan pengukuran lingkar perut, yang berguna untuk memonitor pertumbuhan janin.

5. Membantu mendiagnosis bila terjadi intrauterine growth retardation (IUGR) atau hambatan pertumbuhan janin.

6. Lokasi plasenta. USG sangat diperlukan untuk menentukan lokasi plasenta, juga mendiagnosis adanya plasenta previa dan ketidaknormalan plasenta lain, misalnya pada kondisi diabetes. IUGR yang parah juga bisa dinilai.

7. Pada kehamilan kembar, USG berperan dalam menentukan jumlah janin, anomaly fetal, maupun timbulnya plasenta previa.

8. Hidramnios (cairan ketuban berlebihan) dan oligohidramnios (cairan ketuban terlalu sedikit). Cairan amniotik yang berlebihan atau kurang bisa terlihat jelas melalui USG. Kedua kondisi ini bisa membawa efek merugikan pada janin.

9. Memastikan missed abortion atau kematian hasil konsepsi dalam rahim.

10. Diagnosis malaformasi janin. Banyak ketidaknormalan janin secara struktural dapat didiagnosis dengan USG. Umumnya dilakukan sebelum usia kehamilan 20 minggu. Contohnya, hidrocefalus, anencephaly, spina bifida, dan lain-lain. Dengan teknologi 3D, kondisi seperti bibir sumbing dan ketidaknormalan jantung bawaan lebih bisa didiagnosis pada usia kehamilan dini.

Menepis Mitos Si Anak Tunggal

JAKARTA– Berbagai alasan yang dapat menyebabkan sebuah keluarga hanya memiliki seorang anak. Mulai dari tingginya angka perceraian, ketidaksuburan, terlambatnya usia wanita berkeluarga dan meningkatnya angka wanita bekerja seringkali mempengaruhi sebuah keluarga hanya memiliki satu orang anak.

Banyak mitos didalam masyarakat yang sering memojokkan anak tunggal sebagai pribadi yang menyulitkan. Padahal belum tentu mitos tersebut benar.

Psikolog Sosial Susan Newman, Ph.D. yang mengajar di Rutgers University in New Jersey sekaligus penulis dari dua belas buku termasuk buku laris Parenting an Only Child: The Joys and Challenges of Raising Your One and Only, berusaha mengungkapkan beberapa mitos mengenai anak tunggal yang tidak selalu benar.

Susan memaparkan, beberapa mitos dalam masyarakat yang mengatakan bahwa anak tunggal akan menjadi anak yang manja, kesepian atau egois, tidak memiliki dasar ilmiah.

“Hal yang menentukan lebih kepada pola pengasuhan orangtua dibandingkan jumlah saudara yang dimiliki, yang akan mempengaruhi bagaimana kepribadian anak tunggal atau anak manapun,” tegas Susan.

saat seseorang mengatakan orangtua harus memiliki anak lebih dari satu, tambah Susan, maka mereka harus mengetahui fakta yang sebenarnya mengenai anak tunggal dan mitos yang seringkali tidak dapat dibuktikan kebenarannya di lingkungan mereka.

Beberapa fakta itu dibuktikan berdasarkan penelitian terbaru dalam beberapa tahun terakhir ini, yaitu:

* Mitos 1: Anak tunggal adalah anak yang agresif dan suka memerintah.

Fakta: anak tunggal bisa belajar cepat karena bernafsu untuk menjadi tokoh utama, sebagai kebiasaan yang mungkin terbawa dari rumah. Agak sulit bekerjasama dengan teman, suka memerintah, sikap yang agresif merupakan salah satu sikap yang sulit diterima dalam kelompok.

* Mitos 2: Anak tunggal lebih cenderung senang main sendiri, kurang tertarik terhadap hal yang kompetitif karena mereka terbiasa sendirian sepanjang waktu.

Fakta: Kesimpulan itu lebih banyak berhubungan dengan kelas sosial dibandingkan jumlah keluarga. Ketertarikan terhadap hal itu biasanya terpicu dari nilai-nilai yang dikembangkan orangtua dan lingkungan rumah menengah ke atas, yang memang lebih banyak memiliki anak tunggal.

* Mitos 3: Semua anak tunggal mempunyai teman khayalan sebagai kompensasi dari kesepian mereka.

Fakta: Tidak ada bukti ilmiah terhadap hal tersebut. Profesor psikologi dan kajian anak di Yale University Jerome Singer, Ph.D mengonfirmasi imajinasi dibutuhkan untuk memiliki teman khayalan. Hal tersebut bukan hanya dimiliki anak tunggal, anak yang terisolasi, anak yang sakit atau cacat. Teman khayalan, tegas Jerome, merupakan salah satu solusi terhadap kebutuhan untuk bertemu termasuk menghilangkan kesepian, memerangi ketakutan atau kompensasi terhadap perasaan lemah dalam hubungan dengan orang yang lebih dewasa atau anak yang lebih tua. ” Semua anak bisa merasakan hal tersebut,” ujar Jerome.

* Mitos 4: Anak tunggal adalah anak yang manja.

Fakta: Menjadi seorang yang manja adalah refleksi dari kehidupan masyarakat. Setelah 20 tahun diberlakukan kebijakan satu orang anak dalam setiap keluarga di Cina, para orangtua menemukan anak tunggal tidak selalu manja dan tidak ada perbedaan pada hubungan anak tunggal dengan teman-temannya dibanding dengan dengan anak yang memiliki saudara kandung.

* Mitos 5: Anak tunggal adalah anak yang egois.

Fakta: Setiap anak pada satu masa percaya dunia berpusat pada dirinya. Profesor kedokteran anak dan psikiatri di Robert Wood Johnson Medical School New Jersey, Michael Lewis mengatakan egois artinya ialah ketika seseorang memikirkan dirinya sebagai oposisi dari orang lain. Anak-anak yang tidak dapat melihat dari sudut pandang orang lain terlihat egois.

* Mitos 6: anak tunggal selalu menginginkan semua harusberjalan sesuai dengan cara mereka.

Fakta: Anak-anak yang memiliki saudara kandung seringkali harus berurusan dengan ”siapa yang jadi bos”. Misalnya, saat dihadapkan dengan saat berbagi mainan, menonton televisi dan perhatian orangtua. Guru taman kanak-kanak, Deejay Schwartz, mengobservasi anak tunggal merasa kesulitan dan harus berjuang menjadi seseorang yang berada di garis depan atau berteriak paling keras jika ingin didengar. Sementara, anak-anak yang memiliki saudara kandung selalu di dengar, sehingga hal itu berfungsi membuat mereka lebih tenang.

* Mitos 7: Anak tunggal selalu cenderung tidak mandiri.

Fakta: Anak tunggal yang biasanya mendapatkan tuntunan dari orangtua dan tidak adanya saudara kandung untuk bergantung, justru lebih mengandalkan dirinya sendiri serta mandiri dibandingakan anak-anak yang memiliki kakak dan adik yang bisa membantu mereka.

* Mitos 8: Anak tunggal menjadi lebih matang lebih cepat.

Fakta: Anak yang memiliki saudara kandung berhubungan dan berbicara lebih banyak dibandingkan dengan orangtuanya. Tokoh panutan anak tunggal adalah orangtua mereka. Hasilnya anak tunggal meniru perilaku orangtuanya lebih banyak seperti cara bicara seperti orangtua dan membangun kemampuan untuk mengungkapkan alasan lebih cepat sebagai alat pelengkap mereka untuk menghadapi saat sedih dan bahagia ketika mereka tumbuh dewasa.

Pendidikan Seks Anak di Bawah Umur

PENGENALAN pendidikan seks di bawah umur dinilai sejumlah orangtua belum pantas. Padahal pendidikan seksi usia dini penting, asalkan sampaikan secara benar.

Seperti dikutip Health24, pendidikan seks usia dini bisa diajarkan dengan beberapa langkah seperti:

Proses biologis

Pendidikan seks dimulai dengan pengenalah dari proses biologis. Bisa dilakukan dengan memberikan penjelasan kepada anak berusia lima atau enam tahun mengenai proses adanya bayi yang ada dalam kandungan seorang ibu. Di mana dalam perut seorang ibu ada kehidupan baru bagi sang bayi.

Ilustrasi gambar

Sebaiknya dalam memberikan penjelasan dilakukan dengan menggunakan ilustrasi gambar, sehingga memberikan pemahaman yang jelas dan langsung. Dan diusahakan untuk menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh anak Anda. Jangan sesekali memotong pertanyaan yang diajukan oleh seorang anak, khususnya pertanyaan yang dianggap tabu.

Fokus makhluk hidup

Dalam memberikan pemahaman pendidikan seks, Anda perlu mencontohkan perbedaan binatang dengan manusia, khususnya ketika melakukan hubungan seks. Perbedaan hubungan seks antara binatang dengan manusia adalah komitmen dengan pasangan.

Perilaku

Perilaku seks juga menggambarkan pendidikan seks berhasil atau tidak. Anak sebaiknya diajarkan perilaku seks yang dilakukan orangtua merupakan hal wajar yang didasari cinta tulus. Sehingga dalam pemahaman anak tersebut, seks bukan semata hanya menghasilkan seorang bayi. Sebaiknya Anda juga memberikan pengertian bahwa seks bukan subjek yang tabu, dan tak perlu malu menjadikan seks sebagai bahan pembicaraan.

Pengenalan jenis

Orangtua dalam memberikan penjelasan mengenai alat kelamin sebaiknya dengan istilah yang tepat, seperti alat kelamin wanita biasa disebut dengan vagina. Sering kali orangtua menyebutkan sesuatu dengan memberi sebutan panggilan yang unik dalam menggambarkan alat kelamin. Dan itu yang sering kali dilakukan oleh orangtua dalam memberi penjelasan kepada anak mereka dengan alasan penyebutan nama pada alat kelamin tersebut sangat tabu diperbincangkan.

Waktu yang tepat

Sebaiknya orangtua mengajarkan pendidikan seks pada waktu yang tepat. Jika anak Anda bertanya mengenai wanita hamil, sebaiknya Anda memberikan penjelasan dalam situasi yang penuh perhatian khusus dan secara pribadi. Misalnya, memberikan penjelasan saat berada di rumah.

Dengan adanya pendidikan seks di atas, diharapkan anak di bawah umur tidak menjadi korban dari pemahaman pendidikan seks yang salah. Selama ini anak di bawah umur mengenal seks dari teman sepermainan dan terjadilah penyimpangan seks. Sehingga dengan adanya tip di atas, orangtua dapat lebih bijak dalam memberikan pendidikan seks anak di bawah umur.